KORDING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL

 KORDING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL


A. Berpikir komputasional

Selamat datang di dunia koding! Sebelum kita mulai menulis program, kita perlu melatih cara berpikir kita agar seperti seorang ilmuwan komputer. Cara berpikir inilah yang disebut Berpikir Komputasional (Computational Thinking).

Berpikir Komputasional bukan hanya tentang menggunakan komputer, tapi tentang menggunakan teknik dan pola pikir dari ilmu komputer untuk memecahkan masalah sehari-hari secara efisien dan logis.

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian berpikir komputasional.

  2. Menyebutkan dan memahami empat komponen utama berpikir komputasional.

  3. Mengidentifikasi contoh berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari.

πŸ’‘ 1. Apa Itu Berpikir Komputasional?

Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah cara berpikir logis dan sistematis untuk memecahkan masalah yang dapat dilakukan oleh manusia maupun komputer.

Dengan berpikir komputasional, seseorang tidak hanya belajar menggunakan komputer, tetapi juga belajar berpikir seperti komputer — yaitu teratur, langkah demi langkah, dan efisien.

Tentu, berikut adalah materi berpikir komputasional yang bisa Anda gunakan untuk memulai pertemuan tentang koding. Materi ini dirancang agar siswa dapat memahami konsep dasar sebelum langsung masuk ke praktik koding. πŸ§ πŸ’»


πŸ’‘ Berpikir Komputasional: Otak Seperti Komputer

Selamat datang di dunia koding! Sebelum kita mulai menulis program, kita perlu melatih cara berpikir kita agar seperti seorang ilmuwan komputer. Cara berpikir inilah yang disebut Berpikir Komputasional (Computational Thinking).

Berpikir Komputasional bukan hanya tentang menggunakan komputer, tapi tentang menggunakan teknik dan pola pikir dari ilmu komputer untuk memecahkan masalah sehari-hari secara efisien dan logis.


4 Pilar Utama Berpikir Komputasional

Berpikir Komputasional terdiri dari empat teknik utama yang saling melengkapi.

Pilar

Deskripsi

Contoh Sederhana (Membuat Kue)

 Dekomposisi

🍰 Memecah Masalah Besar: Menguraikan masalah atau sistem kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.

Memecah resep kue menjadi langkah-langkah: menyiapkan bahan, mencampur, memanggang, menghias.

Pengenalan Pola

πŸ” Mencari Kesamaan: Mengidentifikasi kesamaan, tren, atau pola di dalam masalah yang lebih kecil.

Menyadari bahwa semua resep kue/roti memerlukan langkah dasar yang sama (campur bahan kering, campur bahan basah, aduk).

Abstraksi

🎯 Fokus pada yang Penting: Menyaring detail yang tidak relevan dan fokus hanya pada informasi utama yang penting untuk memecahkan masalah.

Mengabaikan merek atau warna wadah, dan fokus hanya pada jumlah dan jenis bahan yang dibutuhkan.

Algoritma

πŸ“‹ Membuat Langkah-Langkah: Mengembangkan serangkaian instruksi atau aturan langkah demi langkah yang jelas dan terperinci untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas.

Menuliskan urutan langkah yang sangat spesifik dan berurutan untuk membuat kue (e.g., Pertama, panaskan oven. Kedua, campur terigu dan gula. Ketiga, masukkan telur. dst).

 

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Menentukan rute ke sekolah → Dekomposisi (pecah langkah: keluar rumah, belok kiri, lurus, dll.)
  2. Mengerjakan soal matematika → Algoritma (langkah-langkah penyelesaian rumus).
  3. Menyusun jadwal belajar → Abstraksi (fokus pada mata pelajaran penting).
  4. Mengenali tipe soal ujian yang sering keluar → Pengenalan pola.

 

Share:

0 Post a Comment:

Posting Komentar

Blogger templates